Secuil informasi buat teman-teman sejawat Perawat yang kesusahan akan berbahasa inggris....
Semoga bisa anda terapkan dan menjadi yang terbaik..
Bahasa Inggris? Siapa Takut?
Negosiasi gagal karena salah paham dengan calon mitra asing. Pekerjaan
tertunda karena komunikasi yang terbata-bata dengan klien dari negeri
seberang. Mengalami kerugian dari kontrak kerja yang tidak sepenuhnya
dipahami. Lamaran kerja di sebuah perusahaan asing ditolak karena
kemampuan berbahasa Inggris yang kurang. Kesempatan kerja sama dengan
perusahaan kelas internasional batal akibat tidak bisa menyediakan tenaga kerja
yang bisa berbahasa Inggris.
Apakah Anda pernah mengalami salah satu dari kejadian di atas? Anda
tidak sendirian. Banyak orang yang mengalami masalah dalam pekerjaan bukan
karena tidak ada kemampuan atau kesempatan, melainkan hanya karena
kemampuan bahasa Inggris yang kurang. Di dunia usaha yang makin mengglobal,
semakin banyak perusahaan lokal Indonesia yang masuk ke pasar dunia,
dan semakin banyak perusahaan internasional yang masuk ke pasar lokal,
penggunaan bahasa Inggris yang menjadi bahasa ”bisnis” makin dirasakan
sebagai suatu keharusan. Masalahnya, jumlah pelaku bisnis di Indonesia
yang sudah nyaman menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari
dalam bisnis masih terbatas.
PRINSIP BELAJAR YANG EFEKTIF
Belajar bahasa Inggris tidak sulit, tetapi juga tidak semudah membalik
telapak tangan. Yang penting adalah kemauan dan ketekunan. Pakar
pembelajaran Bahasa Inggris, H. Douglas Brown mengemukan lima prinsip belajar
bahasa Inggris yang efektif berikut ini.
”Way of life”. Jika kita belajar bahasa Inggris di negeri tempat bahasa
tersebut digunakan sebagai Bahasa Ibu, umumnya kita akan lebih cepat
menguasai bahasa tersebut karena kita setiap hari dikelilingi oleh bahasa
Inggris, dari bangun tidur sampai kembali ke tempat tidur. Hal ini
disebabkan karena bahasa Inggris telah menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dari kehidupan kita. Demikian pula yang harus kita lakukan di
Indonesia, jika kita ingin belajar bahasa Inggris dengan efektif: kita harus
menjadikan bahasa Inggris sebagai bagian dari kehidupan kita. Artinya,
kita harus mencoba menggunakannya setiap hari di mana mungkin. Untuk
itu, kita bisa membaca, mendengar, ataupun berbicara dengan menggunakan
bahasa Inggris pada setiap kesempatan yang kita temui atau yang bisa kita
ciptakan. Misalnya, kita bisa menyisihkan waktu tiap hari untuk baca
satu artikel bahasa Inggris dalam satu hari. Kalau satu artikel belum
mampu, satu paragraf atau satu kalimat per hari pun tidak jadi masalah.
Kita jadikan kalimat tersebut kalimat kita hari itu, dan kita gunakan
kalimat tersebut dalam segala kesempatan yang mungkin ada dalam hari itu.
Atau, kita bisa juga meluangkan waktu untuk mendengarkan segala sesuatu
dalam bahasa Inggris (lagu, berita, atau kaset-kaset berisi pembicaraan
dalam bahasa Inggris) untuk membiasakan telinga kita terhadap bahasa
asing tersebut. Yang bisa kita lakukan antara lain adalah mendengarkan
kaset-kaset (baik lagu, pidato, presentasi, atau kaset pembelajaran dalam
bahasa Inggris) di mobil sepanjang perjalanan dari rumah ke kantor atau
sebaliknya. Kita juga bisa mencoba untuk menulis dalam bahasa Inggris
(menulis memo, surat pendek, ataupun menulis rencana kerja yang akan
kita lakukan selama seminggu atau untuk hari berikutnya). Pada prinsipnya,
kelilingi hidup kita dengan bahasa Inggris yang topik-topiknya kita
senangi atau kita butuhkan.
”Total commitment”. Untuk menjadikan bahasa Inggris sebagai bagian yang
tidak terpisahkan dari hidup kita, kita harus memiliki komitmen untuk
melibatkan bahasa Inggris dalam hidup kita secara fisik, secara mental,
dan secara emosional. Secara fisik, kita bisa mencoba mendengar,
membaca, menulis, dan melatih pengucapan dalam bahasa Inggris, terus-menerus
dan berulang-ulang. Secara mental atau intelektual, kita bisa mencoba
berpikir dalam bahasa Inggris setiap kali kita menggunakan bahasa
Inggris. Misalnya, dalam memahami bahasa Inggris, jangan kata per kata, tapi
arti secara keseluruhan. Kita bisa mencoba mengenali beberapa ungkapan
dalam bahasa Inggris yang memiliki arti yang kurang lebih sama,
misalnya: How’re you?, How’s life?, How’s business? (jangan terpaku pada satu
ungkapan saja). Dan, yang paling penting adalah keterlibatan kita
secara emosional dengan bahasa Inggris, yaitu kita perlu memiliki motivasi
yang tinggi untuk belajar bahasa Inggris, dan kita perlu mencari
”hal-hal positif” yang bisa kita nikmati, ataupun yang bisa memberikan kita
keuntungan jika kita mampu menguasai bahasa Inggris. Hal-hal ini akan
memberikan energi yang luar biasa pada kita untuk tetap bersemangat
belajar bahasa Inggris. Ketiga aspek (fisik, mental, dan emosional) ini harus
kita libatkan secara total dalam proses belajar kita, jika kita ingin
belajar bahasa Inggris dengan lebih efektif.
”Trying”. Belajar bahasa adalah seperti belajar naik sepeda atau
belajar menyetir mobil. Kita tidak bisa hanya membaca dan memahami ”buku
manual” saja, tetapi kita harus mencoba menggunakannya. Pada tahap
pembelajaran (tahap percobaan), sangat wajar jika kita melakukan kesalahan.
Yang penting adalah mengetahui kesalahan yang kita lakukan dan
memperbaikinya di kesempatan yang berikutnya. Akan lebih baik lagi jika pada saat
mencoba kita mempunyai guru yang bisa memberitahu kita kesalahan yang
kita lakukan. Guru tidak harus guru formal di sekolah atau kursus bahasa
Inggris. Guru bisa saja sebuah kaset yang bisa kita dengarkan dan kita
bandingkan dengan ucapan kita, sebuah buku pelajaran yang bisa kita
baca dan cek jawabannya, atau bisa juga kenalan, ataupun kerabat yang bisa
membantu kita jika kita ada masalah atau ada hal-hal yang ingin kita
tanyakan. Kita tidak usah malu bertanya, dan tidak usah takut melakukan
kesalahan. Dari pertanyaan yang kita ajukan dan dari kesalahan yang kita
lakukan, kita bisa belajar banyak.
”Beyond class activities”. Jika kita belajar bahasa Inggris secara
formal (di kelas, di kursus), biasanya jam-jam belajarnya terbatas: empat
jam seminggu, enam jam seminggu ataupun delapan jam seminggu. Yang pasti
jam belajar di kelas ini tentunya sangat terbatas. Agar belajar bisa
lebih efektif, kita harus menciptakan kesempatan untuk ”belajar” juga di
luar jam-jam belajar di kelas: berdiskusi dengan teman, mengunjungi
websites yang menawarkan pembelajaran bahasa Inggris gratis, ataupun
berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan teman-teman atau native speakers
(baik melalui surat, email, ataupun percakapan langsung). Kita bisa juga
mencoba membaca koran, majalah, buku-buku teks, mendengarkan radio,
lagu, ataupun menonton acara-acara dan film. Agar proses belajar bisa
lebih menarik, pilihlah topik-topik yang sesuai dengan minat kita,
kebutuhan kita, ataupun yang berhubungan dengan latar belakang pendidikan dan
pekerjaan yang kita tekuni.
”Strategies”. Jika komitmen, keberanian mencoba, dan menjadikan bahasa
Inggris sebagai bagian hidup telah kita terapkan, langkah selanjutnya
adalah menerapkan strategi belajar yang tepat untuk menunjang proses
belajar kita. Strategi ini bisa kita kembangkan dan kita sesuaikan dengan
kepribadian dan gaya belajar kita masing-masing. Ada yang lebih mudah
belajar dengan menggunakan ”cue-cards”, yaitu kartu-kartu kecil yang
bertuliskan ungkapan atau kata-kata yang ingin kita kuasai disertai dengan
contoh kalimat yang bisa menggunakan kata-kata tersebut. Kartu ini bisa
kita bawa kemana pun kita pergi. Kapan pun ada kesempatan (pada saat
menunggu taksi, menunggu makan siang disajikan, ataupun pada saat berada
dalam kendaran yang sedang terjebak kemacetan), kita bisa mengambil
kartu ini dan membacanya serta mencoba melakukan improvisasi dengan
kata-kata baru dalam struktur kalimat yang sama. Ada pula orang yang lebih
mudah belajar dengan langsung berkomunikasi lisan dengan orang lain atau
native speakers. Dari komunikasi ini mereka bertanya, mendengar, dan
memperbaiki ucapan dan meningkatkan kosa kata mereka dengan gaya belajar
kita.
GAYA BELAJAR
Setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda. Gaya belajar ini
terbentuk dari lingkungan dan kebiasaan kita sehari-hari. Jika kita mengenal
gaya belajar kita, maka kita bisa memilih strategi belajar yang
efektif, yang disesuaikan dengan gaya belajar kita masing-masing.
”Auditory learners”. Jika kita termasuk orang yang lebih mudah belajar
dengan mendengarkan, maka kita memiliki gaya belajar ”auditory.” Jika
ini gaya belajar kita, maka kita bisa memperbanyak porsi belajar dengan
mendengarkan, misalnya mendengarkan kaset-kaset pelajaran bahasa
Inggris, lagu-lagu favorit kita, ataupun berita, pidato dalam bahasa Inggris.
Kita juga bisa mendengarkan percakapan-percakapan dalam bahasa Inggris
di film-film favorit yang kita tonton di bioskop, televisi, ataupun
VCD. Dengarkan ucapan, ungkapan yang digunakan, perhatikan konteks ataupun
situasi di mana kata-kata ataupun ungkapan tersebut digunakan. Lakukan
hal ini berulang-ulang maka kita akan bertemu dengan ungkapan serupa
yang dapat kita latih secara berkala, sehingga kita bisa makin mahir
mengucapkan dan menggunakannya.
”Visual learners”. Jika kita termasuk orang yang lebih mudah belajar
melalui input visual (gambar, tulisan), maka kita memiliki gaya belajar
”visual”. Banyak sekali strategi yang bisa kita lakukan. Kita bisa
membaca artikel-artikel dalam bahasa Inggris yang kita anggap penting, dan
menarik di surat kabar, majalah, ataupun internet, untuk kemudian kita
coba ceritakan kembali dengan kata-kata yang kita susun sendiri, baik
dalam bentuk tulisan ataupun dalam bentuk ucapan. Kita bisa juga membaca
dan mempelajari contoh surat, proposal, brosur yang sering kita temui
dalam melakukan pekerjaan kita. Untuk mencoba memahami suatu konsep
abstrak, kita bisa menggambarkannya dalam bentuk visual: ”flow chart”,
tabel, ataupun bentuk-bentuk visual lainnya.
”Kinesthetic learners”. Jika kita lebih suka belajar dengan melakukan
sesuatu atau bergerak, maka kita bisa belajar dengan menggunakan
komputer (di mana kita harus menekan tombol di keyboard, atau mouse), sehingga
kita tidak cepat bosan. Kita bisa juga bergabung dengan
perkumpulan-perkumpulan bahasa Inggris (English Club) yang memiliki banyak kegiatan
dan permainan yang melibatkan gerakan. Yang juga bisa kita lakukan adalah
belajar dengan menulis (menggerakkan tangan untuk menulis), atau
mencoba memahami sebuah kata atau ungkapan dengan membayangkan gerakan yang
bisa diasosiasikan dengan arti kata-kata tersebut.
Setiap orang bisa memiliki lebih dari satu gaya belajar (misalnya
auditory dan visual, atau visual dan kinesthetic). Apa pun gaya belajar
kita, jika kita sudah mengenalnya, bisa kita cari dan terapkan strategi
belajar yang disesuaikan dengan gaya belajar tersebut agar hasilnya bisa
lebih efektif.
======================================================
Jumat, 31 Oktober 2008
Langganan:
Komentar (Atom)